Selamat datang|benvenuto|welcome|ようこそ|환영|欢迎|સ્વાગત|ยินดีต้อนรับ|ترحيب|স্বাগত|sugeng rawuh

Minggu, 29 Januari 2012

IGGI

Berdirinya IGGI
  Pada tanggal 20 Februari 1967, IGGI dibentuk melalui pertemuan formal di Amsterdam yang dihadiri oleh sejumlah negara kreditor utama dan lembaga Internasional.
  Sejak pendiriannya pada tahun 1967, IGGI memainkan peran yang krusial dalam mengatur tanggapan komunitas keuangan internasional terhadap krisis finansial yang dihadapi Indonesia. IGGI menrupakan forum Internasional yang menjadi perantara koordinasi antara Indonesia dan bank – bank Internasional dalam hal ide – ide pembangunan dan program bantuan keuangan.
Sejarah Terbentuk IGGI
  Pergantian kekuasaan dari rezim Orde Lama yang dipimpin Soekarno menuju rezim Orde Baru yang dipimpin Soeharto memberikan perubahan yang cukup mendasar dalam sifat diplomasi Indonesia. Soekarno dengan haluan politik luar negeri yang revolusioner dan anti-imperialisme bersifat sangat konfrontatif. Indonesia pada masa kepemimpinan Soekarno memperlihatkan sifat – sifat militan dan cenderung konfrontatif terhadap segala unsur yang diidentifikasi sebagai ”antek imperialisme”. Dalam hal ekonomi, Soekarno mengatur segala rencana pembangunan ekonomi dan memiliki semboyan ”berdiri di atas kaki sendiri” yang merefleksikan pendirian anti-Barat.  Karena inilah, secara umum hubungan Indonesia dengan negara – negara Barat bisa dikatakan tidak harmonis.Sebaliknya, setelah memasuki rezim Orde Baru, sifat politik luar negeri Indonesia yang konfrontatif tersebut berganti dengan politik yang bersifat kooperatif. Indonesia yang selama masa Demokrasi Terpimpin memiliki hubungan yang kurang baik dengan negara – negara Barat mulai memperbaiki hubungan tersebut sesudah memasuki rezim Orde Baru. Hal ini dilakukan terutama karena orientasi politik luar negeri Indonesia berubah haluan menjadi pembangunan ekonomi dalam negeri melalui kerja sama dengan negara – negara lain. Hal ini terjadi karena pemerintah Orde Baru menyadari bahwa untuk melakukan pembangunan Ekonomi, Indonesia membutuhkan dana, sedangkan Indonesia yang baru merdeka memiliki kekurangan dana yang sangat besar untuk melakukan pembangunan tersebut. Kerja sama dengan negara – negara lain ini dibuka untuk mendapatkan bantuan luar negeri demi melaksanakan pembangunan ekonomi dalam negeri.  Diplomasi yang dilakukan oleh Orde Baru banyak disebut sebagai ”Diplomasi Pembangunan” (Diplomacy For Development). Salah satu hasil diplomasi pembangunan Orde Baru terkait dengan upaya untuk mendapatkan bantuan luar negeri adalah Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI/Kelompok Antarpemerintah Mengenai Indonesia).Usaha untuk membentuk IGGI tersebut mulai dilakukan pada bulan September 1966 dalam pertemuan antara 12 negara kreditor yang dilaksanakan di Tokyo untuk mengetahui rencana Indonesia dalam memperbaiki keadaan ekonomi dan evaluasi IMF akan rencana tersebut. Dalam forum ini, Indonesia berhasil menggalang dukungan dan menegosiasikan utangnya kepada para kreditur dalam forum Paris Club dan dirasakan perlunya forum antar pemerintah untuk membantu pembangunan di Indonesia, baik berupa dana maupun pemikiran. Kesepakatan untuk membentuk sebuah forum formal dalam rangka membantu perekonomian Indonesia dicapai pada pertemuan ini. Hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah keberhasilan diplomasi pembangunan waktu itu.
Tujuan IGGI
  Tujuan IGGI, yaitu memberi bantuan kredit jangka panjang dengan bunga ringan kepada Indonesia dalam membiayai pembangunannya. Sejak tahun 1992 IGGI bubar sebab Indonesia menolak bantuan Belanda yang dianggap terlalu banyak mengaitkan pinjaman luar negeri dengan masalah politik di Indonesia. Sebagai penggantinya, pemerintah Indonesia meminta Bank Dunia membentuk CGI.
Anggota IGGI
  1. Indonesia .
  2. Belanda
  3. Bank Pembangunan Asia 
  4. Dana Moneter Internasional 
  5.  UNDP 
  6.  Bank Dunia 
  7.  Australia 
  8.  Belgia
  9.  BritaniaRaya 
  10. Kanada 
  11.  Perancis 
  12.  Jerman 
  13.  Italia ,
  14. Jepang 
  15. Selandia Baru 
  16.  Swiss  
  17.  Amerika Serikat .
Hasil Pertemuan IGGI
       Bantuan tidak boleh dikaitkan dengan ikatan politik.
       Pembayaran utang harus sebatas kemampuan Indonesia.
       Bantuan tersebut akan digunakan untuk membayar proyek produktif yang bermanfaat bagi Indonesia.
Pergantian IGGI Menjadi CGI
  CGI berdiri pada tahun 1992 sebagai pengganti IGGI yang sudah dibubarkan pada tanggal 22 maret 1992. CGI beranggotakanlembaga-lembaga keuangan internasional dan negara-negara donor bagi Indonesia. CGI dibentuk olehBank Dunia dan merupakan lembaga kerja samayang membantu Indonesia dalam melaksanakanpembangunan dan melakukan stabilitas dengan cara memberikan bantuan pangan dan nonpangan,serta kredit dengan syarat lunak. Negara anggotaantara lain: Jerman, Inggris, Korea Selatan, AS, Jepang,Swiss, Italia, Perancis, Belgia, Denmark, Austria,Kanada, Spanyol, Norwegia, Australia, Finlandia, danSelandia Baru.
Hasil CGI
  Sidang pertama CGI di paris (juli 1992),utang yang diberikan kepada indonesia sebesar US$4,95.Pada sidang ke 11 di jakarta (november 2002)jumlah uang yang diberikan kepada indonesia sebesar US$3,14.Hal ini menunjukan sikap pemerintah yang berhati hati dan selektif dalam membuat kebijakan utang luar negreri.
Pergantian IGGI Menjadi CGI
  CGI berdiri pada tahun 1992 sebagai pengganti IGGI yang sudah dibubarkan pada tanggal 22 maret 1992. CGI beranggotakanlembaga-lembaga keuangan internasional dan negara-negara donor bagi Indonesia. CGI dibentuk olehBank Dunia dan merupakan lembaga kerja samayang membantu Indonesia dalam melaksanakanpembangunan dan melakukan stabilitas dengan cara memberikan bantuan pangan dan nonpangan,serta kredit dengan syarat lunak. Negara anggotaantara lain: Jerman, Inggris, Korea Selatan, AS, Jepang,Swiss, Italia, Perancis, Belgia, Denmark, Austria,Kanada, Spanyol, Norwegia, Australia, Finlandia, danSelandia Baru.
Hasil CGI
  Sidang pertama CGI di paris (juli 1992),utang yang diberikan kepada indonesia sebesar US$4,95.Pada sidang ke 11 di jakarta (november 2002)jumlah uang yang diberikan kepada indonesia sebesar US$3,14.Hal ini menunjukan sikap pemerintah yang berhati hati dan selektif dalam membuat kebijakan utang luar negreri.
Pembubaran CGI
  Jakarta, 06 Februari 2007,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menyatakan hendak membubarkan forum Consultative Group on Indonesia (CGI) dan tidak berencana untuk berutang lagi kepada IMF atau lembaga donor lain. Presiden yakin bahwa Indonesia sudah bisa mengatasi masalah utang luar negeri tanpa keterlibatan CGI dan sekaligus menegaskan bahwa utang luar negeri sudah harus mulai dikurangi agar APBN bisa lebih sehat. Lebih jauh Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia harus bisa lebih mandiri dalam melaksanakan pembangunan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar